Virtual Exhibition Ruang XY

Coming Soon

This program is funded by :

This project is implemented by :

Administered by the World Bank

RuangXY-Photovoice Microsite © Bahasa Global

Masuk Lubang Mangan

Click here to read the English version!

Entering The Manganese Pit

Balai Basara

Balai Basara Rumah Balai Basara adalah tempat beribadah bagi agama Hindu Kaharingan. Sejak pandemic COVID-19, menjadi sepi.Tidak ada orang yang beribadah karena adanya larangan dari pemerintah.Berdoa dan sembahyang cukup dilakukan di rumah masing-masing. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di desa.

Click here to read the English version!

Balai Basara

Balai Basara Balai Basara is a Hindu Kaharingan shrine. Since the pandemic, the site has been left empty due to government strict regulations. Pray is now performed privately at home. This is undertaken to prevent Covid-19 from spreading to the village.

This Picture Captured by Bu Lensi

Jaga warung

Attending the kiosk

Salah satu tugas Widya di rumah adalah menjaga warung milik keluarga. Di saat pandemi, tidak terlalu banyak pembeli yang datang ke warung sehingga pemasukan keluarga Widya juga menurun.(red)

This Picture Captured by Widya Handayani

Hari ini saya belajar bantuin abang saya motong rambut

I help my big brother doing haircut today.

Fauzen terus mencari cara untuk bisa bertahan hidup di tengah ekonomi sulit akibat pandemi. Salah satu cara yang Fauzen lakukan adalah belajar memotong rambut untuk membantu usaha cukur rambut milik abangnya.(red)

This Picture Captured by Fauzen

Pembuatan ben-tanggul pengaman bukaan pintu lobang tambang bawah tanah

Building a protective embankments for underground mines entrance

This Picture Captured by Yudi Pratama

Photovoice Training in Sawahlunto

This Video Captured by Boynedi

Mulung batubara lagi

"Coal Scavenging"

This Picture Captured by Ani Herlina

Inilah keseharian kami

"This is Our Everyday Life"

This Picture Captured by Puji Astuti

Vidio waktu rewang di acara Baralek milik tetangga

"A video of me helping my neighbours for Baralek event ( A Minangnese Wedding Ceremony)

This Picture Captured by Isnawati

Aktivitas saya hari ini

"My Activity Today"

This Picture Captured by Ramadona

Ternak Sapi

Sapi ini milik mertua saya yang baru mencoba usaha ternak sapi. Saya berharap, suatu saat juga bisa memiliki usaha ternak sapi. Sayangnya modalnya cukup mahal, walaupun perawatannya sepertinya cukup mudah. Saya tidak begitu paham sebenarnya tentang ternak sapi. Sepengetahuan saya, belum ada dampingan dari PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) Peternakan di Desa Rangan Tate. Kedepannya saya berharap ada, sehingga usaha peternakan di desa menjadi lebih baik.

Click here to read the English version!

Cow Farming

The cow belongs to my in-law who just recently began breeding cows. I wish I could have my own ranch one day. Sadly, it is very costly. I do not know much about breeding cows. I do not think there has been any assistance from agricultural extensions agents in Rangan Tate village. I hope that one day there will be assistance in improving the ranch in the village.

This Picture Captured by Bu Lensi

Memanen padi di sawah

Reaping grains on the field

 Pekerjaan lain Ramadana adalah bertani. Hari ini Ramadona berkesempatan untuk ikut memanen padi di sawah.(red)

This Picture Captured by Ramadona

Kebun Karet Yang Ditinggalkan

Pada tahun 2006 – 2007, tanaman karet sangat popular di Desa Rangan Tate, karena harganya sangat mahal, mencapai Rp 20.000/kg atau Rp 2.000.000/pikul (1 pikul = 100 kg). Warga yang memiliki kebun karet siap sadap sangat beruntung, mereka menjadi sangat rajin pergi memantat (menyadap karet). Saya pergi memantat sebelum berangkat sekolah, pulang sekolah saya memantat di tempat yang lain. Sayangnya setelah tahun 2008 sampai sekarang harga karet terus turun, bahkan sampai hanya Rp 6.000/kg. Hal ini membuat warga jadi malas memantat.Banyak warga yang menelantarkan kebun karetnya dan memilih pekerjaan lain, seperti penambang, jualan dll.

Click here to read the English version!

Abandoned Rubber Plantation

Rubbers in Rangan Tate were very popular between 2006 and 2007 due to the high price up to Rp20,000/kg or Rp2,000,000/100kg. Those who had ready-to-tap rubber plants were very lucky and became persistent in tapping rubber plants. I usually go to the rubber farm before teaching and go to another farm after I’m done teaching. Unfortunately, the rubber price has continued to drop since 2008 to just Rp6000 per kg. The villagers then ignore their land and prefer to work as miners, sellers, etc.

This Picture Captured by Bu Maluni

Ternak Babi

Selain menjadi ibu rumah tangga dan mengajar, saya juga beternak babi di rumah. Kendala beternak babi biasanya karena harga pakan dedak yang mahal, dan penyakit. Jika pakan kurang bagus, pertumbuhan babi kurang baik dan babi jadi mudah terserang penyakit dan jenis penyakit babi yang sering terjadi adalah kejang-kejang yang bisa membuat babi mati mendadak. Sayangnya selama ini belum ada penyuluhan dari PPL, Mantri Hewan atau Dokter Hewan di Desa Rangan Tate.

Click here to read the English version!

Pig Farming

Other than being a housewife and a teacher, I am also a pig breeder. The challenge with owning a pig farm is the high and volatile fodder price and disease. If the fodder is not good, the pig’s growth can be affected and they could get easily sick. The worst is convulsions that will cause a pig to die all of a sudden. Sadly, there has been no assistance from agriculture extension agents or any other assistance from the vet in Rangan Tate village. 

This Picture Captured by Bu Maluni

Tanaman Jahe

Jahe saya tanamn untuk bumbu dapur dan obat. Apalagi saat COVID-19. Banyak yang mengatakan bahwa jahe bagus untuk pencegahan penularan virus. Sehingga harganya sempat mahal sekali di pasar.

Click here to read the English version!

Ginger

I cultivate herbal ginger and medicine. This is especially important in times of pandemics. Many people say ginger is ideal for preventing virus transmission. This is the reason why the market price for ginger is rising.

This Picture Captured by Bu Perawati

Menganyam

Kegiatan menganyam telah dilakukan perempuan Dayak dari zaman dahulu. Menganyam dilakukan untuk mengisi waktu luang dan menambah penghasilan. Dulunya orang selalu menganyam dengan menggunakan rotan. Tapi sekarang banyak yang beralih untuk menganyam platik, alasannya rotan semakin sulit didapatkan. Hutan ataupun kebun rotan sudah jarang ditemui, karena lahan banyak digunakan untuk tambang sedot.

Click here to read the English version!

Weaving

Dayaknese women have been weaving for a long time. Weaving is something they do in their spare time and to earn extra income. People used to weave with rattan. But recently, people switched to plastics because rattan is getting harder to obtain. Since land is now mostly used for mining, forest and rattan are becoming more difficult to find.

This Picture Captured by Bu Retae

Permainan Balok

Jenis permainan ini sering dimainkan oleh anak saya di rumah. Dia sangat suka memainkannya, bahkan sampai berjam-jam. Saya sendiri senang jika anak saya memainkannya, karena menurut saya permainan ini bermanfaat, bisa meransang kecerdasan anak. Dengan permainan ini kekhawatiran saya sedikit berkurang, anak tidak bermain di luar rumah. Sejak adanya COVID-19, anak lebih baik bermain di rumah untuk mengurangi penularan virus.

Click here to read the English version!

Block-Building Game

This is a game that my kid enjoys playing at home. He enjoys playing the game for hours on end. When my kid plays the game, I am also happy because this game, in my opinion, is helpful in enhancing children’s intellect. Since my kid doesn’t play outdoors, this game alleviates my concerns. Due to the covid-19 pandemic, it is paramount that children stay at home to prevent virus transmission. 

This Picture Captured by Bu Retae

Alat Mesin Sedot

Menambang emas menggunakan mesin sedot adalah mata pencaharian utama bagi sebagian besar masyarakat Desa Rangan Tate. Adapun tahapan prosesnya adalah mula-mula lahan dibersihkan dengan cara menebas semak belukar dan pepohonan ditebang habis. Jika ada sumber air, lahan yang sudah bersih kemudian digali menggunakan mesin sedot. Hasil penambang tidak menentu, jika emas yang didapatkan banyak, tentu saja hati penambang akan sangat senang. Tapi jika lokasi yang kita garap ternyata tidak ada emasnya, maka segala pengorbanan modal dan tenaga akan terasa sia-sia. Masyarakat menambang bukan hanya disekitar desa saja tapi sampai ke ujung desa.

Click here to read the English version!

A Water Suction Machine

Mining for gold with a suction machine is the primary source of income for most Rangan Tate People. The operation begins with clearing the field by cutting the bushes and removing the trees. Where there is a supply of water, a water suction machine excavates the clean land. The miner’s findings are mostly unpredictable, but the miners would of course be glad if they got a ton of gold. But if the place we operate in does not have gold, then all the efforts of money and resources are in vain. Rangan Tate’s miners mine not only around the village, but all the way to the village’s edge.

This Picture Captured by Bu Selung

Bahan Bangunan dari Lahan Bekas Tambang

 Warga desa yang memiliki lahan bekas tambang di sekitar desa sangat beruntung, terutama lahan yang memiliki akses atau dekat dengan jalan raya. Bekas galian tambang bisa dimanfaatkan sebagai sumber bahan bangunan seperti batu, pasir dan kerikil.Lahan bekas tambang yang diambil material pasir dan kerikilnya hanya yang sudah tidak bisa lagi ditambang saja. Warga memilih tidak menjual pasir dari lahan bekas tambang yang masih mengandung emas yang masih bisa ditambang. Warga desa biasanya menyebut dengan nama ambuhan.

Click here to read the English version!

Building Materials from an Ex-Mining Land

Villagers who have ex-mining land near the village are extremely lucky, especially if the land has access or is close to the highway. The ex-mining excavation can be used as a source of construction-materials such as stones, sand and pebbles. We collect sand and pebbles from abandoned mining land that can no longer be mined. Villagers refuse to sell sand from abandoned gold mines because it still contains gold that can be extracted. It was commonly referred to as “Ambuhan” by the villagers.

This Picture Captured by Bu Selung

Memanfaatkan Bahan Bangunan dari Lahan Bekas Tambang

Beberapa warga yang memiliki modal dan keahlian memilih memanfaatkan lahan bekas tambangnya untuk membuat batako dan paving block. Keuntungannya lebih tinggi dari pada hanya menjual pasir atau kerikil. Sayangnya dampak dari COVID-19 ini, mengakibatkan aktifitas masyarakat sangat terbatas, terutama dalam bidang pembangunan yang biasanya banyak membutuhkan pasir, batu dan kerikil. Salah satunya adalah untuk proyek pembangunan dengan menggunakan Dana Desa hampir tidak ada. Untuk tahun 2020 sebagian besar Dana Desa diutamakan untuk penyaluran bantuan dampak Covid-19 kepada masyarakat

Click here to read the English version!

Utilizing Building Materials from Former Mining Land

Some of the villagers with money and skills decide to transform their abandoned mining land into bricks and paving stones. When compared to selling just sand or pebbles, the profit is much higher. Unfortunately, Covid-19 limits villagers’ activities, especially in the construction sector, which usually requires a lot of sand, pebbles, and stone materials. One of the examples is the absence of construction projects funded by The Village Funds. Most of the village funds in 2020 will be distributed to help society as a result of the Covid-19 pandemics. 

This Picture Captured by Bu Selung

Ke sawah bersama ibu

Going to the field with mother

This Picture Captured by Widya Handayani

Pengawalan survey pembukaan jalan tambang tembaga

Copper mine opening survey escort

Salah satu tugas Ramadona sebagai Linmas/hansip adalah mengawali survei pembukaan jalan untuk tambang tembaga yang akan dibuka. Ramadona memastikan kegiatan survei berjalan aman.(red)

This Picture Captured by Ramadona

Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang untuk Pengembangan Kebun Karet

Usaha tambang emas atau menyedot di Rangan Tate meninggalkan lahan bekas tambang yang cukup luas yang perlu direklamasi sehingga bisa kembali bermanfaat bagi masyarakat, seperti digunakan untuk lahan pertanian atau perkebunan karet. Tanaman karet merupakan pilihan tanaman yang cukup baik untuk dikembangkan di lahan bekas tambang.
Sayangnya saat ini harga karet sangat jatuh. Penghasilan petani karet sangat jauh jika dibandingkan dengan penambang emas. Tapi bagi beberapa warga yang tidak memiliki pilihan mata pencaharian, mereka terpaksa tetap menyadap karet.

Click here to read the English version!

Untilizing Former Mining Land for Rubber Pantation

Mining activity in Rangan Tate leaves a wide former mining land that needs to be recovered so that the community can utilize it for agriculture or rubber plantations. Rubber plants are a good choice of plants to grow at former mining areas. Sadly, rubber prices have fallen at the moment. Rubber farmers’ incomes are very much lower than gold miners. But they do not have many choices other than to keep tapping the rubber. For it is their only survival.

This Picture Captured by Bu Seria

Bapak lagi ngasih makan kambing

Dad feeds sheep

Untuk membantu ekonomi keluarga terutama disaat pandemi seperti ini, Iin beternak kambing di rumah. Bapak Iin bertugas setiap hari untuk memberi makan kambing.(red)

This Picture Captured by Iin Tridisia

Menjemur kulit manis

Drying cinnamon

Kayu manis merupakan salah satu produk yang dapat ditemukan di daerah Amrizal tinggal. Jika tidak sedang bekerja di tambang maka Amrizal menjemur kayu manis ini sebelum dijual  untuk bertahan di tengah pandemi (red)

This Picture Captured by Amrizal

Simak cerita mereka dan tinggalkan tanggapan Anda di foto dan video! Tersedia hadiah untuk komentar terbaik tiap hari.

Check out their stories and leave your feedback on photos and videos! Prizes are available for daily best comments.

Tugas rumah tangga dan pengabdian

A public service Responsibility

Saat pandemi ini Ramadona tidak lagi bekerja di tambang emas. Untuk bertahan hidup Ramadona melakoni pekerjaan sebagai Linmas/ hansip di Desa Taratak Bancah sebagai bentuk pengabdian kepada daerah dan mendukung ekonomi keluarga.(red)

This Picture Captured by Ramadona

Pelatihan Photovoice di Sawahlunto

Video oleh Boynedi

Tugas rumah tangga dan pengabdian

A household responsibility

Disela sela kesibukan sebagai Linmas/hansip, Ramadona juga tetap menjalankan pekerjaan rumah tangga dengan memasak buat keluarga sebelum berangkat kerja public service Responsibility (red)

This Picture Captured by Ramadona

Aktivitas hari ini membersihkan lumpur longsor

Today's activity is cleaning the dirt caused by landslide above the entrance pit

This Picture Captured by Yudi Pratama Putra

Membersihkan kebun

Cleaning the garden

Saat tidak sedang berada di lokasi tambang, saya mengurus kebun di rumah(red)

This Picture Captured by Ani Herlina

Sore hari bersama bapak ngobrol-ngobrol di warung

Spending an afternoon talking with dad in a kiosk

Keluarga Widya memiliki sebuah warung di rumah. Biasanya setiap sore Widya mengobrol bersama sang ayah sembari menanti maghrib dan pembeli.(red)

This Picture Captured by Widya Handayani

Estapet batu bara

Passing on the coal

This Picture Captured by Ani Herlina

Kerja pagi ini

This morning work

Terkadang setelah berjaga malam hingga pagi sebagai Linmas/hansip, Ramadona lanjut bekerja membersihkan kebun karet dari tanaman liar.(red)

This Picture Captured by Ramadona

Mengupas kulit manis

Peeling cinnamon

 Sebelum dijemur, kulit manis ini dikupas terlebih dahulu. Pekerjaan ini biasanya dilakukan Amrizal bersama keluarga di saat-saat  tidak bekerja di tambang.(red)

This Picture Captured by Amrizal

Mulung batubara lagi

Scavenging coal waste

This Picture Captured by Ani Herlina

Tempat saya dan suami mencari nafkah.. kebun karet

Where my husband and I earn a living....The rubber plantation.

Kebun karet ini adalah tempat Eci dan suami menyadap karet. Suami Eci adalah penambang dan kini menyadap karet untuk menyambung ekonomi keluarga. (red) SALAH kapan eci jadi penambang

This Picture Captured by Eci Ramalia

Hari ini ikut motong karet sambil panen daun jeruk

Today, I cuts rubbers and picks limes

Eci juga memanen daun jeruk yang terdapat di dalam kebun.(red)

This Picture Captured by Eci Ramalia

Emak membuat sambal goreng ubi jalar

Emak (mother) makes fried sweet potato sambal (chili paste)

Ikem dan Ibu memasak sambal goreng ubi jalar untuk dijual sebagai penghasilan tambahan di masa pandemi. Ikem telah berhenti menjadi seorang penambang.

This Picture Captured by Ikem

Hari ini bikin jenang sumsum

Today I make coconut milk porridge with brown sugar sauce

Isnawati dulu bekerja sebagai penambang sembari terkadang menjadi tukang masak. Sejak berhenti menambang, Isnawati berjuang sebagai tukang masak di kampung untuk bertahan hidup selama masa pandemi.(red)

This Picture Captured by Isnawati

Masak Pagi

Morning cook

Saat masa pandemi ini Puji masih tetap memasak untuk keluarga dan berjualan makanan untuk dititip ke warung-warung.(red)

This Picture Captured by Puji Astuti

ni rumah tempat tinggal saya.. numpang di rumah nenek.. satu keluarga

This is where I live. My whole family is staying together with my grandmother

This Picture Captured by Ramadona

Aktifitas saya siang ini

My afternoon occupation

Ramadona menjalankan berbagai macam pekerjaan untuk membiayai pengobatan dan sekolah anak. Kali ini Ramadona membelah kemiri untuk dijual.(red)

This Picture Captured by Ramadona

Manfaat Sumber Daya Alam untuk Kesejahteraan Ekonomi

Dimasa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, kehidupan perekonomian masyarakat sangat sulit, semua harga kebutuhan naik. Di Desa Rangan Tate, hanya pertambangan emas saja yang bisa menjadi sumber pendapatan yang bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan membiayai pendidikan anak. Sementara pertambangan emas ini sendiri memiliki dampak negatif, yaitu seperti terjadinya pencemaran sungai oleh raksa sehingga tidak bisa lagi digunakan sebagai sumber air bersih atau mencari ikan serta membuat hutan menjadi gundul, menimbulkan longsor dan banjir. Hal ini seharusnya menjadi perhatian kita semua, terutama terkait dengan kehidupan di masa depan, agar bisa tetap diwariskan ke anak cucu.

Click here to read the English version!

Utilizing Building Materials from Former Mining Land

Some of the villagers with money and skills decide to transform their abandoned mining land into bricks and paving stones. When compared to selling just sand or pebbles, the profit is much higher. Unfortunately, Covid-19 limits villagers’ activities, especially in the construction sector, which usually requires a lot of sand, pebbles, and stone materials. One of the examples is the absence of construction projects funded by The Village Funds. Most of the village funds in 2020 will be distributed to help society as a result of the Covid-19 pandemics. 

This Picture Captured by Bu Seria

Sampah

Di foto bisa terlihat banyak sampah dibuang sembarangan tempat oleh masyarakat Desa Rangan Tate. Ini dilakukan dengan tanpa memikirkan dampaknya sama sekali, seperti banjir, tersebar penyakit diare dll. Di Desa Rangan Tate belum ada tempat khusus pembuangan sampah atau (TPU). Saya harap suatu saat nanti di Desa Rangan Tate dibuat khusus tempat pembuangan sampah. Masyarakat juga perlu dihimbau untuk bersama menjaga kebersihan lingkungan karena kebersihan adalah pangkal kenyamanan. Limbah atau sampah juga bisa didaur ulang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Click here to read the English version!

Waste


This picture shows that a lot of waste is thrown everywhere by Rangan Tate villagers. They did so without considering the consequences, for example, of flood or health problems such as diarrhea. In Rangan Tate Village, there is still no public waste disposal facility (TPU). I hope it’s established in the village soon. The villagers must be urged to preserve our environment. Not to mention, waste can be recycled to improve the villager’s economy.

This Picture Captured by Alia Friskila

Tambang Mangan Desa Setiawaras

Click here to read the English version!

Manganese Mining Site in Setiawaras Village

Menimba Harapan

Demi rupiah yang kau cari, kau taruhkan hidup dan mati, untuk anak dan istri.

Click here to read the English version!

Striving

The things a father would do to keep his family happy, by providing fortune and love

This Picture Captured by Dhea Fatma Agustin

Harapan selalu ada

Simbol rasa kecewa ketika kampung kami jalannya tak kunjung diperbaiki.

Click here to read the English version!

There’s always hope

A symbol of frustation when our village road is yet to be repaired

This Picture Captured by Mimin Warminah

Jualan Kripik untuk Income Pengganti Mangan

Click here to read the English version!

Selling banana chips to compensate lack of manganese income

This Picture Captured by Sapitri Hermawati

Hitam putih

Dibalik glowing dan cantiknya seorang istri ada sepasang tangan yang rela menjadi hitam belepotan lumpur, dan masuk ke lobang yang dalamnya hampir 100 meter.

Click here to read the English version!

Black white

Behind a wife’s beauty and glow, there are husband’s hands that are dark from mud whereas he enters a 100-meters-deep pit

This Picture Captured by Tuti Sumiati

Kartini desa

Umur bi dede tak menghalangi dia untuk berkarya.

Click here to read the English version!

A rural Kartini

Bi Dede is no longer young, but that does not stop her from working and being creative

This Picture Captured by Dhea Fatma Agustin

Kekuatan pejuang mangan

Sarapan pagi untuk kuat mencari sebongkah batu mangan karena pandemic mangan pun kadang tak terjual tidak menjadi rupiah.

Click here to read the English version!

The power of manganese miners

Having breakfast to gain strength to search for manganese. Although due to the pandemic, manganese is not selling well and we do not earn enough Rupiah

This Picture Captured by Anita

Makanan hasil pekarangan

Click here to read the English version!

food from backyard cultivated plants

This Picture Captured by Mimin Warminah

Manfaat

Mangan ialah batu yang hitam dan kotor akan tetapi jika dibersihkan dan ditangani dengan orang yang tepat maka akan bermanfaat.

Click here to read the English version!

Benefit

Manganese is a filthy, black stone but when washed and treated properly, it can provide quite of fortune

This Picture Captured by Putri Gracia Melani

Membersihkan

Bukan sedang membersihkan emas tapi sama berharganya dengan emas.

Click here to read the English version!

Cleansing

Not the same as cleaning gold but is equally valuable nonetheless

This Picture Captured by Ai Wulan Widiawati

Pahlawan tanpa tanda jasa

Ayah yang sangat mengayomi keluarga bahkan di waktu malam pun dia rela mengerjakan pekerjaan nya demi keluarga.

Click here to read the English version!

A Hero without medals

A father who truly protects his family even if it means working late at night for the family’s sake

This Picture Captured by Siti Salmah

Doa

Bukan kata mutiara, ataupun nada cinta. Hanya ungkapan do’a semoga corona cepat tiada.

Click here to read the English version!

Prayer
It is neither words of wisdom nor loving tones. It is only a prayer hoping for the end of Corona

This Picture Captured by Tuti Sumiati

Pahlawan ciptaan Tuhan

Bukan teknologi canggih yang masuk kedalam, namun ciptaan Tuhanlah yang dapat masuk kedalam.

Click here to read the English version!

God-made’s hero

It is not an advanced technology but rather an invention of God who can enter the pit

This Picture Captured by Dhea Fatma Agustin

Pejuang rupiah

Terus berjuang mencari nafkah untuk keluarga.

Click here to read the English version!

Fighter of Rupiah

Keep working and fighting to make a living for the family

This Picture Captured by Tati Hermawati

Pejuang

Walau tinggal di pedesaan, dalam aktivitas sawah cipigan. Selalu berkolaborasi dengan moderenisasi.

Click here to read the English version!

Fighter of Rupiah

Keep working and fighting to make a living for the family

This Picture Captured by Mimin Warminah

Penanam sayuran

Ibu-ibu kelompok lagi menanam dengan bergotong royong.

Click here to read the English version!

Vegetables farmer

A group of women are planting vegetables together

This Picture Captured by Siti Salmah

Selalu bersyukur

Dengan rumah panggung yg sederhana. Serta kesibukannya yang padat. Menyempatkan dri tuk memperbaiki celana suaminya yang sobek.

Click here to read the English version!

Always be grateful

In a simple stilt house, regardless of her hectic schedules, she still has time to patch her husband’s ripped trousers

This Picture Captured by Mimin Warminah

Si hitam

Si hitam yang memberikan senyuman dan kebahagiaan semua penambang.

Click here to read the English version!

The black one

The black one that brings joy and smiles to all miners

This Picture Captured by Tati Hermawati

Suara kencang ku

Pekerjaan ini menjadi rutinitas meskipun mengeluarkan suara yang begitu kencang tak kan kuhiraukan. Asalkan bisa menghasilkan rupiah.

Click here to read the English version!

My loud voice

This work has become a routine for me. Despite making such an ear-piercing voice, as long as I can get paid, that would not be such a concern

This Picture Captured by Mimin Warminah

Jalan yang jauh menuju lokasi tambang

Click here to read the English version!

A Long Walk to the Mining Site

Hanya bisa berdoa

Di kala pandemic melanda kandang ayamku jadi gini. Dibalik ke susahan semoga ada kebahagiaan.

Click here to read the English version!

All I can do is pray

My chicken coop becomes like this after the pandemic. I can only hope that there will be joy after all these challenges

This Picture Captured by Mimin Warminah

Di saat panas

Dari padi basah kan ku jemur. Sudah kering kan kujadikan beras. Tanpa dia ku tak bias segalanya.

Click here to read the English version!

In the heat of the sun

I will dry my paddy and make it into rice. Without it, there will not be much that I can do

This Picture Captured by Mimin Warminah

Kantin Sekolah

Dampak dari Virus Corona atau COVID-19 membawa dampak buruk bagi kesehatan masyarakat, dan juga membuat bisnis para pelaku UMKM merana. Salah satunya masyarakat yang hanya menggantungkan pendapatan harian dari berjualan jajan di kantin sekolah. Sejak dari awal pandemi, sekolah telah diliburkan, membuat pemilik kantin sekolah langsung kehilangan mata pencahariannya. Saya berharap agar pemerintah bisa lebih memperhatikan orang yang benar-benar terkena dampak pandemi COVID-19 ini. Pemerintah bisa berinisiatif memberikan bantuan berupa modal untuk mengembangkan usaha lain, sehingga pemilik kantin bisa tetap mencari nafkah saat pandemi belum usai.

Click here to read the English version!

School Cafetaria

Covid-19 negatively affects the welfare of the Micro, Small, and Medium Enterprises (UMKM). One example is the people who sell food at the school cafeteria. Students ca not study at the school ever since the Covid-19 pandemic started, school cafeteria has to close shut. I expect the government will be able to pay more attention to those immediately impacted by the Covid-19 pandemic.
By helping them to start another business, so people who lost their jobs, such as those who work in the cafeteria, can still earn their living.

This Picture Captured by Irmayanti

This Picture Captured by Yandi Pelemon

Menambang di Saat COVID-19

Video ini bercerita tentang keluh kesah saya sebagai murid SMA yang menambang saat COVID-19. Disamping belajar online, saya menambang untuk membantu sedikit keuangan keluarga. Saya menambang setelah selesai belajar online. Bekerja sebagai penambang sedot harus siap banting tulang, hujan panas sudah pasti kita rasakan. Penambang harus siap hitam dan kotor, sedangkan hasil emas yang didapat tidak pasti. Sukanya dari menambang adalah memiliki penghasilan sendiri, bertemu dengan berbagai tipe macam orang dan mendapatkan pengalaman di luar sekolah. Sementara dukanya adalah badan sakit karena harus bekerja keras dan penghasilan yang tidak menentu, bahkan kadang rugi, bukannya untung.

Click here to read the English version!

This video tells my frustation as a high school student and miner during COVID-19. I mine to contribute to family’s income. I mine after study online. Working as a miner, we must be prepared to work intensely no matter what the weather looks like. Although the yield from gold mining is uncertain, miners must be prepared to get dirty and black. My favorite aspects of mining are earning my own money, meeting new people, and gaining experience outside of schools. However, I dislike that my body is fatigue because I have to work very hard with unpredictable income and even sometimes I gain loss, not profit.

Bertani di Saat Pandemi

Salah satu pekerjaan yang dilakukan masyarakat Desa Rangan Tate di masa pandemi adalah bercocok tanam, contohnya menanam singkong , jagung dll. Hasilnya bisa dijual maupun dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari.

Click here to read the English version!

Agriculture in times of pandemic

Agriculture, such as planting cassava, rice, and other crops, is one of the activities carried out by Rangan Tate villagers during the pandemic. The yields can be sold or consumed for daily needs.

This Picture Captured by Regilamia

Jalan yang Rusak


Di Jalan Lintas Provinsi Desa Rangan Tate banyak sekali jalan rusak dan berlubang. Sudah bertahun-tahun seperti itu, tapi sampai sekarang belum ada tindakan perbaikan dari pemerintah. Foto yang saya ambil hanya salah satu dari sebagian jalan yang mengalami kerusakan parah. Ini sangat berbahaya bagi pegguna jalan, terutama saat hujan. Saat musim kemarau jalan berdebu yang mengangu warga yang tinggal toko ataupun rumah di pinggiran jalan ataupun pengguna jalan sendiri. Saya berharap jalan ini segera diperbaiki, agar jangan makin membahayakan masyarakat.

Click here to read the English version!

Broken roads

There are many broken roads with potholes in the Cross Provincial Road of Rangan Tate Village. This has been the case for years, but the government has not taken any action until now. This photograph was only one side of the road which was severely affected. For road users, this is particularly unsafe when it rains. During the dry season, the road is dusty, causing trouble for people who work on the road or for drivers themselves. I hope this road will soon be repaired so that the people won’t be in danger.

This Picture Captured by Regilamia

Jembatan Rangan Rate

Foto ini memperlihatkan salah satu jembatan Desa Rangan Tate yang sudah tua dan mulai rapuh, yaitu di Sungai Sangalang. Kiranya dengan adanya cerita foto ini, harapan saya jembatan tersebut bisa diperbaiki dan direnovasi, agar siapapun yang melewatinya bisa aman dan selamat.

Click here to read the English version!

Rangan Tate Bridge

This photo captured an old and frail bridge in Rangan Tate village, On the Sangalang river. By showing this, I hope that this bridge will be repaired to ensure the security of all those who need to cross this bridge.

This Picture Captured by Sandi Falemon

Kandang Babi Kosong

Sebagai dampak COVID-19, kandang babi kosong. Keuangan keluarga menurun, ternak babi dijual tanpa mampu membeli bibit kembali. Ini dampak pandemi ini ,kurang nya ekonomi keluarga ini. Dan supaya menambahkan perekonomian keluarga , dengan cara berternak di lingkungan sendiri tanpa kemana kemari untuk menjaga diri dari covid ini, Harapan saya kedepannya foto ini bisa dilihat pemerintah, agar mereka bisa membantu bibit babi kepada masyarakat. Sehingga masyarakat tetap bisa bertahan dalam kondisi pandemi seperti ini.

Click here to read the English version!

An Empty Pigpen

The pigpen is empty as an impact of Covid-19. We had to sell our pigs, which resulted in a significant loss of profits and our inability to repurchase piglet. The pandemic have made our earnings dropped substantially. During the pandemic, we only farm or trade pigs in our own area to keep ourselves healthy from Covid-19 spread. I hope the authorities will see our empty pigpen so they can aid us with piglet. Only then can our village survive the pandemic. 

This Picture Captured by Yandi Pelemon

Tempat Cuci Tangan

Untuk penanggulangan COVID, pemerintah desa telah menyediakan tempat cuci tangan,di setiap rumah di desa. Namun sayangnya hampir 50% masih belum menerapkan. Tujuan saya mengambil foto ini adalah untuk mengingatkan semua orang agar menjaga kesehatan dengan tetap menerapkan protokol 3M yaitu mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Click here to read the English version!

Handwashing facilities


To prevent Covid-19, village officials has provided handwashing facilities at every house in the village. Regrettably, 50% of the villagers have not applied the protocol. I’m hoping that this photo reminds people to take care of their health by applying the 3M protocol i.e., washing hands regularly, wearing a mask, and keeping safe distances.

This Picture Captured by Yandi Pelemon

Belajar jarak Jauh atau online/daring

Menurut saya pandemi ini menimbulkan kesenjangan dalam pendidikan yg berdampak pada pelajar dan mahasiswa, termasuk salah satunya adalah saya. Saya merasa belajar di rumah ini kurang terlalu efektif. Saya tidak merasakan nikmatnya belajar seperti biasa karena kadang sulit memahami materi yang disampaikan guru dengan cara tidak langsung tatap muka di kelas. Selain itu, Bapak/Ibu guru juga memberikan banyak tugas di rumah yang memberatkan siswa. Beberapa siswa juga ada yang kurang mampu untuk melengkapi alat pembelajaran online ini, seperti smartphone atau telepon pintar ataupun pulsa internet.

Click here to read the English version!

Remote/online learning in times of Covid-19

Pandemic I think this pandemic contributes to an educational gap that affects students, including myself. I don’t think this online learning is very effective. I do not feel the enjoyment in online learning because it is often hard to grasp the teacher’s explanation when it isn’t a face-to-face meeting. The teachers often provided many tasks at home to students which are burdensome. There are some students who have difficulties to buy the online learning tools such as tablets, smartphones, and internet access.

This Picture Captured by Yehezkiel P.

Belajar Saat Pandemi

Saat pandemi Corona, pembelajaran langsung tatap muka hanya dilakukan di zona hijau dan zona kuning saja serta dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Sebelum menetapkan untuk melakukan pembelajaran metode tatap muka, pemerintah telah mengkaji dalam terkait resiko dan efektifitas pembelajaran online yang beberapa bulan terakhir diterapkan. Saya bersyukur sekarang pemerintah telah menyediakan vaksin untuk masyarakat. Harapan Saya kedepannya, semua anggota masyarakat bisa diberikan vaksin, sehingga masyarakat termasuk pelajar bisa beraktivitas seperti sebelum adanya pandemi.

Click here to read the English version!

Learning in times of Covid-19 Pandemic

During the Corona pandemic, face-to-face learning was only conducted in green and yellow areas under strict guidelines on health and sanitation. Before deciding to implement face-to-face learning activities, the government first examined the harms and effectiveness of online learning introduced in recent months. I am glad that the government is vaccinating people. I hope that all part of society get vaccinated in the future, so that people, including students, can return to normal activities before the pandemic started

This Picture Captured by Yehezkiel P.

This Picture Captured by Bu Maluni

Sekolah di Saat Pandemi

Sekolah beralamat di Desa Rangan Tate, Kecamatan Mihing Raya, Kabupaten Gunung Mas. Kondisi bangunan sekolah rusak parah, plafon dibeberapa kelas sudah tidak ada, yang membuat siswa dan guru tidak nyaman saat proses belajar dan mengajar. Sebenarnya guru dan komite sekolah sudah berulang kami mengusulkan perbaikan sekolah ke Dinas Pendidikan ataupun melewati proses Musrembang di desa. Tapi sampai sekarang tidak ada perhatian, belum juga ada perbaikan. Jikapun ada yang datang meninjau, mereka hanya mengambil foto, belum ada tindak lanjut sampai sekarang. Sejak beberapa bulan terakhir, kami sudah mulai belajar dengan tatap muka di sekolah. Proses belajar dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan, yaitu mencuci tangan dengan sabun sebelum masuk kelas, memakai masker selama pembelajaran dan menjaga jarak. Hal ini dilakukan untuk menjawab keluhan orang tua dan murid. Pembelajaran secara daring dirasakan kurang maksimal. Banyak anak yang kewalahan atau malas mengerjakan tugas, sehingga akhirnya orang tua terpaksa turun tangan mengerjakannya.

Click here to read the English version!

The school is located in Rangan Tate Village, Mihing Raya District, Gunung Mas Regency. The school building is severely damaged, which uncomfortably affects students and teachers throughout the learning process. Teachers and school committes have consistently proposed for improvement to the Department of Education and thorugh local community discussion in the village. However, there has been no action nor any improvement taken. And if officers arrives to examine the school, they just take pictures with no follow-up actions until now.

Since the last few months, we have started face-to-face study at school. The learning procedure is carried out by following health protocols, such as washing hands with soap before entering class, wearing masks during learning and keeping a safe distance. This is undertaken as a response to parents and students concerns. Online learning is perceived as less efficient. Often students are overwhelmed and lazy to complete the task, so their parents are compelled to do the tasks.

This Picture Captured by Irmayanti

Puskesmas Kampuri

Puskesmas Kampuri adalah tempat bertugasnya Gugus COVID-19 di Kecamatan Mihing Raya. Disini bekerja tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menangani wabah COVID-19 di Kecamatan Mihing Raya. Tenaga medis rela menutup kesempatan tidak berkumpul dengan keluarga untuk penanganan pasien COVID-19 dengan resiko rentan terjangkit virus. Menurut saya, kita sebagai masyarakatlah yang seharusnya berada berjuang dalam memenangkan perang melawan COVID-19, yaitu dengan melakukan pencegahan maksimal. Masyarakat diharapkan dapat tetap diam dirumah dan menerapkan protokol kesehatan. Sehingga penularan virus bisa dicegah dengan baik.

Click here to read the English version!

The Kampuri Community Health Center is where COVID-19 staff in Mihing Raya District works. Medical staff who are at the front lines of the Covid-19 outbreak in Mihing Raya Districts operate here. Medical staff are willing to forego the chance to spend time with their family to help COVID-19 patients that are at risk of contracting the virus. In my opinion , we as a community should be fighting to win the battle against COVID-19 by taking full preventative measures. Everyone is expected to remain at home and implement health protocols so that the virus’s transmission can be effectively prevented.

Dampak covid 19

Kandang kambing ini penuh dengan kambingnya tapi setelah covid isinya abis terjual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Click here to read the English version!

COVID-19 Impact

This cage was full of cows before the pandemic but now it is empty as the owner sold it to keep on living

This Picture Captured by Siti Salmah

This Picture Captured by Yehezkiel

Danau Bekas Tambang

Kubangan atau lubang bekas tambang emas seperti ini sudah tidak asing bagi masyarakat Desa Rangan Tate. Danau ini awalnya adalah bekas galian tambang yang menghasilkan lubang yang cukup besar dan luas. Setelah dibiarkan sekian lama, lubang tersebut berubah menjadi danau, adanya batu dan pasir di dasar lubang membuat airnya menjadi sangat jernih. Kegiatan tambang menimbulkan masalah lingkungan dengan berubahnya bentangan alam, seperti halnya terjadi pada lubang di lahan pasca tambang ini. Sebenarnya ini bukan hanya sebuah petaka. Jika dimanfaatkan dengan baik, tentunya lubang bekas tambang ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Tentunya kawasan bekas tambang cukup potensial untuk digunakan sebagai pusat wisata di Rangan Tate. Dengan pengelolaan yang baik, objek wisata ini bisa dikunjungi dan terkenal di berbagai kalangan masyarakat.

Click here to read the English version!

Gold mining holes like this is nothing new to the people of Rangan Tate Village. This lake is a large hole caused gold mining activities. The hole turned into a lake after being left for a long time. The presence of rocks and sand at the bottom of the hole makes the water very clear. Mining operations cause environmental degradation by altering ecosystems, such as holes in these post-mining lands. Actually, this is not all bad. If used correctly, this hole can be used to support the community’s economy as it potentially becomes a tourism spot in Rangan Tate. With proper management, such tourist attraction can be famous and invite various visitors.

This Picture Captured by Bu Selung

Lobang Bekas Galian Tambang

Ini lobang bekas galian tambang. Dimanfaat untuk menanam apo-apo. Kegunaannya sebagai pakan babi . Disana ada kebun karet . Kebun Karet ditumbuhi dengan semak belukar. Nah ini dia kebun karetnya, tidak terurus . Masyarakat hanya fokus ke tambang saja dikarenakan harga getah atau harga karet turun. Makanya masyarakat tidak semangat mengadap karet dikarenakan harga turun sekali dan tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Click here to read the English version!

This is a hole resulted from excavation during gold mining operation. Community utilizes that hole area to plant apo apo, a fodder for pig. There is also rubber plantation in the surrounding area yet it gets covered by overgrown shrubs since many villagers has abandoned it. Here, no one is taking care of their rubber plants. They move to mine because the prices of rubber and sap are falling. Therefore, they are not enthusiastic about working on their rubber yard because of the plummeting price and not enough to cover daily needs.

Photovoice Training in Gunung Mas

This Video Captured by Boynedi

Photovoice Training in Tasikmalaya

This Video Captured by Wredy Septiady

Pelatihan Photovoice di Tasikmalaya

This Video Captured by Wredy Septiady

Usaha

Ayah yang rela bekerja apa saja, demi membahagiakan keluarga, dengan harta dan cinta.

Click here to read the English version!

Striving

The things a father would do to keep his family happy, by providing fortune and love

This Picture Captured by Tuti Sumiati

Ayakan Rupiah

Hasil mengayak mangan yang hitam sekalipun dapat menghasilkan rupiah.

Click here to read the English version!

Manganese Sifting

Even the darkest, most unappealing manganese can generate Rupiah

This Picture Captured by Tuti Sumiati