Galeri foto dan video komunitas penambang di Kabupaten Tasikmalaya

Cerita dari komunitas penambang skala kecil saat pandemi COVID-19 di Kabupaten Tasikmalaya

Komunitas penambang skala kecil mangan ada di Dusun Cihideung, Desa Setiawaras, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya. Dusun Cihideung merupakan lokasi tambang yang masih aktif dari sejumlah dusun yang ada di Desa Setiawaras. Jarak tempuh dari ibukota kabupaten ke lokasi tambang sekitar 2 sampai dengan 2,5 jam.

Pertambangan skala kecil mangan adalah sumber penghidupan bagi banyak penduduk setempat. Para penambang didominasi oleh laki-laki dengan pendidikan setingkat SMP. Perempuan (istri atau anak) biasanya berkontribusi dalam ekonomi rumah tangga dengan berjualan. Penambang dan keluarga bergantung pada usaha tambang mangan yang memberikan penghasilan cukup besar dibanding mata pencaharian lain yaitu sekitar 4 juta per bulan sebelum pandemi. Saat pandemi harga mangan terus menurun turun. Hal ini diperparah dengan usaha berjualan yang juga menurun akibat lesunya aktivitas ekonomi di desa dan sekitarnya.

Para perempuan yang mengikuti pelatihan bercerita melalui foto dan video yang diselenggarakan oleh WiME memiliki aspirasi terkait keterlibatan perempuan dalam kegiatan tambang. Mereka ingin usaha pembuatan batako dari residu mangan dikembangkan sehingga menciptakan lapangan pekerjaan bagi penduduk desa. Pemanfaatan residu mangan ini dirasa bisa menjaga lingkungan dari pencemaran dan menambah nilai ekonomi dari tambang mangan skala kecil. Perempuan-perempuan tersebut juga ingin dilatih kemampuan manajemen usaha dan pemasaran agar bisa menjual batako tersebut. WiME memfasilitasi pertemuan audiensi dengan DPRD Kabupaten Tasikmalaya dimana peserta pelatihan beserta perwakilan aparatur desa berdialog terkait dengan anggota DPRD

There are artisanal and small-scale manganese mining communities in Cihideung Hamlet, Setiawaras Village, Cibalong District, Tasikmalaya Regency. Cihideung Hamlet is a mining location that is still active out of several hamlets in Setiawaras Village. The distance from the regency capital to the mining location is about 2 up to 2.5 hours.

The artisanal and small-scale manganese mining is the source of livelihood for many local residents. Miners are dominated by men with the educational attainment equivalent to junior high school (SMP). Girls (wives or daughters) usually contribute to household economy by conducting small-scale trading activities. Miners and the families depend on the manganese mining business which provides relatively large income compared to other livelihoods, namely about Rp 4 million (USD 277) per month before the pandemic. During the pandemic, manganese price continues to decline. This is exacerbated by the deterioration of small-scale trading business due to the slowdown of economic activities in the village and its surroundings.

Women who were participating in the Photovoice training that was organized by WiME were aspired to involve women in mining activities. Their desire is to develop a brick manufacturing business that utilizes the manganese residue that may create employment opportunities for the villagers. The utilization of this manganese residue can protect the environment from pollution and provide added value to the artisanal and small-scale manganese mining. Those women also want to be trained in business management and marketing skills so that they can sell those bricks. WiME facilitated a meeting with the Local Parliament (DPRD) of Tasikmalaya Regency, where the trainees and the representatives of village apparatus conducted a dialogue with the members of DPRD.

Perjuangan dan ketangguhan komunitas penambang dalam foto dan video

Photos and Videos of the Struggle and Resilience of Miner Communities

Foto dan video ini adalah hasil karya para penambang skala kecil yang telah mendapat pelatihan bercerita melalui foto dan video (Photovoice). Dokumentasi ini memperlihatkan kehidupan dan perjuangan mereka bertahan hidup saat pandemi COVID-19. Foto dan video ini menjadi media untuk beraspirasi dan berekspresi bagi perempuan dan anak muda komunitas penambang skala kecil.

These photos and videos are the work of the artisanal and small-scale mining (ASM) communities who have received Photovoice training. These documentations show their life and struggle to survive during the COVID-19 pandemic. These photos and videos serve as a media of aspiration and expression for women and youths of ASM communities.

Pelatihan bercerita melalui foto dan video (Photovoice)

Training in Story Telling Through Photos and Videos (Photovoice)

Lanjutkan ke galeri foto dan video penambang skala kecil lainnya:

Kunjungi galeri foto dan video penambang skala kecil di lokasi berikut:

Visit the photo and video gallery of small-scale miners in the following location: